![]() |
| Suasana Keramaian Pssar Tradisional 5 Hari "Pasar Libureng", Desa Bulu Tellue, Kec. Tondong Tallasa, Kab. Pangkep |
Siapa yang tidak begitu kenal dengan nama pasar?. semua orang begitu mengenal tempat keramaian ini. pasar adalah salah satu kebudayaan dalam masyarakat yang berkemabang secara massif..
pasar bukan lagi dijadikan sebagai tempat berjual beli, tukar menukar barhttps://www.facebook.com/asrulgamajayaang dan tempat bertemunya penjual dan pembeli, akan tetapi saat ini lebih diarahkan kepada media silaturahmi dan tukar gagasan mengenai apa saja.
Hal itu bisa terlihat pada
salah satu pasar trdisional Libureng, Desa Bulu Tellue, kec. Tondong
Tallasa, Kab. Pangkep. pasar yang mulai berekembang pada jaman
Kependudukan Nippon (Jepang) sampai sekarang ini, Dapat dikatakan
terbilang menarik dan eksotis untuk ukuran pedesaan.
Betapa tidak, pasar tradisional Libureng bukan hanya dikenal dari kecamatan Tondong Tallasa. Akan tetapi namanya sudah merambah keluar daerah yang mengisaratkan urat nadi perekonomian di tempat itu menjanjikan untuk mengadu nasib .
Para pedagang yang diketahui mayoritas berpenduduk Desa Bulu Tellue ini kebanyakan menjajakan dagangan sayur mayur, alat rumah tangga, kaca dan plastik, ikan dan lainnya.
pasar Libureng beraktivitas pada setiap lima (5) hari interval jeda. hal ini memberi kesempatan daerah lain untuk menggelar lapaknya dan memberi kesempatan pedagang lokal untuk mepersiapkan barang dagangannya untuk di jual pada saat tiba pasar lagi
Tampak mereka sangat antusias dan sangat bahagia dari raut mukanya. dari berbagai penjuru kecamatan hadir menambah padatnya keramaian di tanah berjuluk "Tondong" ini
Lain halnya dengan pemuda yang juga lalu lalang menikmati suasana pasar seperti asyik masyuk sendiri dengan aktivitasnya. semacam ada sensasi sendiri, maklum hanya ini nuansa yang terbilang ramai dan rekreatif didesa ini. di sudut lain, tampak sopir pete-pete yang antri menunggu pedagang dan peumpang yang akan berangkat ke tempat masing-masing.
"Ia toseeng anne katte pakkaroassangta", ujar salah satu pengunjung setia pasar libureng. beragam dialek menyatu dalam hiruk pikuk keramian pasar. salah satunya dari daereah paki'i dan Bontang Kab. Barru. bahasa pemersatunya adalha Makassar
Image Art By Asrul Gamajaya
Makassar, 19 Februari 2017
Betapa tidak, pasar tradisional Libureng bukan hanya dikenal dari kecamatan Tondong Tallasa. Akan tetapi namanya sudah merambah keluar daerah yang mengisaratkan urat nadi perekonomian di tempat itu menjanjikan untuk mengadu nasib .
Para pedagang yang diketahui mayoritas berpenduduk Desa Bulu Tellue ini kebanyakan menjajakan dagangan sayur mayur, alat rumah tangga, kaca dan plastik, ikan dan lainnya.
pasar Libureng beraktivitas pada setiap lima (5) hari interval jeda. hal ini memberi kesempatan daerah lain untuk menggelar lapaknya dan memberi kesempatan pedagang lokal untuk mepersiapkan barang dagangannya untuk di jual pada saat tiba pasar lagi
Tampak mereka sangat antusias dan sangat bahagia dari raut mukanya. dari berbagai penjuru kecamatan hadir menambah padatnya keramaian di tanah berjuluk "Tondong" ini
Lain halnya dengan pemuda yang juga lalu lalang menikmati suasana pasar seperti asyik masyuk sendiri dengan aktivitasnya. semacam ada sensasi sendiri, maklum hanya ini nuansa yang terbilang ramai dan rekreatif didesa ini. di sudut lain, tampak sopir pete-pete yang antri menunggu pedagang dan peumpang yang akan berangkat ke tempat masing-masing.
"Ia toseeng anne katte pakkaroassangta", ujar salah satu pengunjung setia pasar libureng. beragam dialek menyatu dalam hiruk pikuk keramian pasar. salah satunya dari daereah paki'i dan Bontang Kab. Barru. bahasa pemersatunya adalha Makassar
Image Art By Asrul Gamajaya
Makassar, 19 Februari 2017

Keren
BalasHapusSiap
BalasHapus