![]() |
| Pemandangan Alam Tallanga di Pakkadotorang Desa Bulu Tellue |
![]() |
| Situs Batu Bekas kaki Manusia Purba |
Oleh: Asrul Gamajaya
Salah satu aktivitas manusia yang bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan raga adalah aktivitas piknik atau trip/nanjak alam. Aktivitas nanjak sangat bermanfaat juga bagi kepentingan pendidikan. Kegiatan ekstrkulikuler yang bersinggungan langsung dengan alam ternyata berdampak signifikan bagi karakter pelajar dan pengunjung secara umum
Tidak bisa dipungkiri, "unik" dan "Menakjubkan" adalah dua kata kunci yang mengugah hasrat pengunjung untuk ikut menyaksikan keindahan panorama alam. Apalagi jika panorama alamnya berupa artefak peninggalan masa lampau yang terbilang cukup antik, tentu akan menjadi nilai plus tersendiri bagin pecinta alam sekaligus iut menyaksikan kebsaran pencipta lewat ciptanNya.
Sebut saja Pemandangan alam Tallanga atau Pakkadotorang sebagai salah satu destinasi kunjungan yang bisa di pertimbangkan keberadaanya. Alamnya yang masih sepi dan alami serta terdapat batu bekas kaki yang disinyalir sebagai bekas kaki manusia purba yang masih sangat alami. Alamnya yang perawan dan belum tersentuh kejahilian modernisasi menjadi daya tarik tersendiri baagi siapa saja yang ingin mengunjungi destinasi alam Tallanga
Tallanga sendiri memiliki mitos tersendiri yang berarti " yang tenggelam ". konon ditempat inilah kapal nabi Nuh terdampar di atas gunung batu. hingga kini banyak mitos yang mengatakan bahwa dayung kapalnya ada di atas gunung batu Tallanga , desa Bulu tellue, kec. tondong Tallasa Kabupaten Pangkep. sementara kalimat " yang tenggelam " juga merujuk pada daerah atau gunung yang pernah tenggelam oleh banjir bah pada zaman nabi Nuh. Orang lokal dengn aksen Makassarnya lancar menyebutnya Nabi Nuhung.
Selain itu terdapat batu besar yang berbentuk Binatang dan ikan sungkur yang berada di tengah persawahan. letaknya tidak jauh berada di depan gunung Tallanga. batu besar ini pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang ini sering digunakan sebagai tempat strategis untuk menjalin bakul atau keranjang yang terbuat dari daun Lontara.
Pengunjung juga akan diugukan dengan pemandangan Sumur "Bujung Awalliya" atau sumur para Wali. Lokasinya tidak berada jauh dari daerah batu artefak dan batu besar. Suasananya yang eksotik dan bernuansa keramat akan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang bernyali kuat. Kuatnya mitos yang beredar di masyarakat sehingga membisukan destinasi wisata satu ini, akan tetapi tidak masalah untuk dicoba. walhasil tidak jelek-jelek amat kata salah satu pengunjung yang pernah datang.
Untuk mencapai lokasinya, pengunjung bisa berjalan kaki dengan jarak 500 meter dari pemukiman warga desa bulu Tellue atau lebih tepanya di kampung Libureng Desa Bulu Tellue, Kec. Tondong Tallasa, Kab. Pangkep Sulawesi Selatan.
Gambar: Asrul Gamajaya
Dok: 24 Februari 2017


Komentar
Posting Komentar