Bulu Tellue - salah satu kebudayaan dalam masyarakat yang berkemabang secara massif adalah salah satunya pasar. pasar bukan lagi dijadikan sebagai tempat berjual beli, tukar menukar barang dan tempat bertemunya penjual dan pembeli, akan tetapi saat ini lebih diarahkan kepada ajang silaturahmi.
Hal itu bisa terlihat pada salah satu pasar trdisional Libureng, Desa Bulu Tellue, kec. Tondong Tallasa, Kab. Pangkep. pasar yang mulai beroperasai pada jaman Kependudukan Nippon (Jepang) samapai sekarang ini, bisa dikatakan terbilang bertahan dan sukses.
Betapa tidak, pasar tradisional Libureng bukan hanya dikenal dari kecamatan Tondong Tallasa. Akan tetapi namanya sudah merambah keluar daerah yang mengisaratkan mengundang pedagang lain untuk masuk mengadu nasib di pasar tradional ini.
Para pedagang yang diketahui mayoritas berpenduduk Desa Bulu Tellue ini kebanyakan menjajakan dagangan sayur mayur, alat rumah tangga, kaca dan plastik, ikan dan lainnya.
pasar Libureng melakukan aktivitas dagangnya seperti biasa pada setiap lima (5) hari waktu jeda. misalkan hari ini adalah selasa (ada akatifitas pasar) maka pasar berikutnya terhitung sejak lima hari dari sekarang atau hari minggu, jika hari ini adalah selasa misalnya.
Tampak digambar dapat kita amati betapa orang-orang yang ada di pasar begitu gembira. karena selain melakukan aktifitasa jual-beli mereka pun menjadikan sebagai ajang temu mingguan dan tempat berbagi informasi lainnya.
Lain halnya dengan pemuda yang juga lalu lalang menikmati suasana pasar seperti asyik sendiri. begitu pun dengan sopir pete-pete yang antri menunggu pedagang dan peumpang yang akan berangkat ke tempat masing-masing. (asrul)

Komentar
Posting Komentar